20170812_103924

Bing beng bang yuk…kita ke Bank, Bang bing bung yok…kita nabung. Tang ting tung heii…jangan dihitung, tahu-tahu kita nanti dapat untung…

Penggalan lagu anak-anak jaman dulu yang dinyanyikan oleh Titiek Puspa beserta penyanyi anak-anak Saskia dan Geofani masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Karena memang liriknya yang sangat eye catching dan lagunya yang easy listening di telinga anak-anak seperti saya saat itu. Ehhh tapi ini bukan mau bahas tentang lagu anak-anak jaman dulu yah…tapi aku kali ini mau bahas tentang Menabung.

 

Menabung adalah Kebiasaan baik bagi Anak-anak

Tahukah kalian jika menabung dari kecil dapat menumbuhkan kebiasaan yang baik bagi anak-anak dan ke depannya nanti??. Kalau dulu saya menabung tidak berkelanjutan, awal pertama kali saya menabung adalah saat SD, di saat saya memiliki keinginan untuk membeli sesuatu baru lah saya menabung dan setelah terkumpul tabungan tersebut dibelikan barang yang saya inginkan, selanjutnya saya tidak lagi menabung dan baru akan menabung lagi jika ada yang ingin saya beli.

Saya baru benar-benar menabung adalah ketika saya bisa mendapatkan uang sendiri alias sudah bekerja. Itupun menabungnya tidak rutin dan isi tabungan cuma seperti numpang lewat aja…karena ada keperluan mendadak atau kebutuhan lainnya, sehingga saya tidak punya tabungan tetap yang memang untuk jangka panjang.

Setelah menikah, semakin banyak kebutuhan yang dibutuhkan, untuk pengeluaran rumah tangga sehari-hari, membangun rumah, terlebih ketika melahirkan anak, banyak sekali keperluan dan kebutuhan anak yang harus dipenuhi. Sejak itulah saya bersama suami memiliki konsep untuk mengajarkan anak menabung sejak dini, karena kami berdua ingin anak-anak kami mengenal sejak usia dini kebiasaan menabung dan dapat merasakan manfaatnya nanti ketika mereka sudah dewasa.

 

Kapankah waktu yang tepat untuk memperkenalkan anak Menabung?

Lantas, sejak usia berapa saya mengajarkan anak pertama saya menabung? sedini mungkin…saya mengajarkan anak pertama saya mengenal menabung pertama kali saat ia berusia 6 bulan. Apakah tidak terlalu dini untuk diajarkan menabung?? Bagi saya dan suami justru sejak mereka bayi harus sudah diperlihatkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan salah satunya kebiasaan menabung, karena di usia mereka adalah tahap senang memperhatikan dan meniru sesuatu yang baru atau yang sering dilihatnya.

 

Saya masih ingat di Desember 2015 pertama kali membelikan celengan untuk anak pertama saya, Fina (waktu itu usianya 6 bulan) adalah celengan berbentuk Hello Kitty berwarna Pink. Dan reaksi pertama Fina saat itu melihat celengan adalah excited, senang dan tertarik melihat warna dan bentuknya. Kebetulan saat itu sudah melewati Hari Raya Idul Fitri, dan Fina mendapatkan banyak angpau lebaran dari kakek, nenek, om, tante, saudara-saudara dan tetangga. Uang angpau tersebutlah yang saya perlihatkan dan diajarkan ke Fina untuk dimasukkan ke dalam Celengan Hello Kitty Pink tersebut. Pertama kali Fina memperhatikan, kemudian ia saya kasi kesempatan untuk mempraktekkan cara memasukkan uang ke celengan. Itulah awal mula celengan pertama Fina anak pertama saya. Dan setiap ia mendapatkan uang, baik hadiah ulang tahun, angpau lebaran, selalu dimasukkan ke dalam celengan karena yang ada di dalam benak Fina setiap ia menerima uang otomatis selalu ingat dimasukkan ke dalam celengan, dan kebiasaan itu terus dilakukan sampai ia berusia 5 tahun.

 

Kebiasaan menabung yang diajarkan sejak kecil itulah yang ditiru oleh Fina sejak kecil, karena anak-anak adalah peniru yang ulung sehingga sedapat mungkin yang ditiru adalah kebiasaan yang baik salah satunya menabung.

 

 

Memperkenalkan Anak-anak dengan Menabung di Bank

Karena celengan Fina sudah sangat banyak dan tidak ada ruang lagi untuk menyimpan Celengannya, akhirnya pada tahun 2017 kami memutuskan membuka Rekening tabungan Anak di Bank untuk Fina, dan membongkar sebagian celengan Fina untuk disimpan di Rekening Tabungan Fina di Bank, sekaligus kami ingin mengajarkan ke anak cara menabung di Bank. Saat itu usia Kakak Fina adalah 4 tahun, namun dia sudah mengerti jika Bank adalah tempat menyimpan uang tabungan, hal ini dia ketahui ketika menonton salah satu tayangan kartun Upin Ipin yang edisi Menabung di Bank.

 

Beberapa bulan kemudian, giliran adik Fiya yang dibuatkan tabungan Anak di BNI Taplus Anak, karena Celengannya sudah penuh sehingga kami memutuskan untuk membongkar celengan adek Fiya dan menyimpannya di Rekening adik Fiya.

Sama seperti kakaknya, saya mengajak adik Fiya melihat proses menabung di Bank, mulai dari bongkar celengan, merapihkan uangnya sampai pergi ke Bank untuk memasukkan uang hasil bongkar celengannya ke Bank BNI terdekat dari rumah. Adik Fiya meskipun baru berusia 2,5 tahun saat itu tapi dia sangat excited sama seperti kakaknya.

 

Jadi, sekarang Kakak Fina dan adek Fiya sudah mengerti ketika celengannya penuh, maka sudah saatnya untuk disimpan di Bank, bahkan mereka berdua sering mengingatkan saya dan suami untuk segera membongkar celengan yang sudah penuh dan menyimpannya di Bank, sambil menyeletuk “ayo mah, disimpan di Bank supaya tabunganku gak dicuri maling” hahahhaha, ternyata anak kecil juga sudah mengerti jika menabung di Bank akan lebih aman dibanding menabung di celengan rumah.

 

Menabunglah di Bank yang menjadi peserta Penjaminan LPS

Ketika memutuskan untuk membuka Rekening Tabungan Anak, saya survey ke beberapa Bank yang memiliki program tabungan Anak, sampai akhirnya saya memilih Bank BNI karena Taplus Anaknya sangat menarik, tidak ada potongan apapun, ketika Anak sudah besar nanti, Taplus Anaknya bisa berubah menjadi BNI Taplus biasa, jadi tidak perlu bikin tabungan baru setelah dewasa nanti, serta kartu ATM taplus anaknya bisa menggunakan foto Kakak Fina dan Adik Fiya…keren yah :),  dan yang paling penting lagi dalam memilih Bank adalah saya selalu melihat apakah Bank ini merupakan peserta penjaminan LPS atau bukan, caranya saya cukup melakukan pengecekan ketika masuk ke Bank, pada pintu masuknya biasanya ada stiker “Bank Peserta Penjaminan LPS”, itu artinya Bank tersebut dijamin oleh LPS.

BNI Taplus Anak 2

Lalu apa sih gunanya dijamin oleh LPS?? Jadi kalo Bank sudah terdaftar sebagai Bank Peserta Penjaminan LPS, maka seluruh dana nasabah yang tersimpan di Bank tersebut akan dijamin oleh LPS dengan nilai simpanan yang dijamin oleh LPS hingga Rp. 2 Milyar per nasabah per Bank. Jadi nih ga perlu khawatir jika Bank tempat kita menyimpan uang tutup, sepanjang Bank tersebut menjadi peserta Penjaminan LPS maka uang para Nasabah akan diganti oleh LPS…ga perlu khawatir uang kita hilang…hidup kita pun jadi lebih Aman, Tenang dan Pasti karena uang kita dijamin oleh LPS.

BNI KANTOR 3

 

Tips dan Trik Mengajarkan Anak Menabung sejak Dini

Saya mau berbagi Tips dan Trik mengajarkan anak menabung sejak dini :

  • Beli celengan dengan bentuk dan warna yang menarik buat anak-anak, misalnya bentuk tokoh kartun favoritnya atau berbentuk hewan yang lucu dan disukai anak dengan warna yang ceria sehingga menarik anak untuk semangat menabung di celengan.
  • Memberikan contoh setiap Anak mendapatkan uang pemberian dari siapapun, agar segera dimasukkan ke dalam celengan.
  • Jangan membiasakan memberikan uang kepada anak untuk jajan, dan jangan biasakan jajan kepada anak. Kalau saya sendiri tidak pernah mengajarkan anak untuk jajan, saya lebih membiasakan anak makan makanan yang dibuat sendiri di rumah, selain hemat juga terjamin kebersihannya.
  • Membiasakan anak jika ingin membeli sesuatu misalnya mainan dengan cara menabung terlebih dahulu di celengan dan jika sudah cukup celengan bisa dibongkar dan dibelikan barang atau mainan yang diinginkannya.
  • Memperkenalkan kebiasaan menabung sedari dini, dari usia 6 bulan sudah diperkenalkan karena usia dini anak lebih cenderung meniru apa yang dia lihat dan kebiasaan-kebiasaan di rumah. Bisa dicoba menabung pertama kali saat anak-anak mendapatkan uang THR atau pesangon saat Lebaran, kita bisa membelikannya celengan dan mengarahkan mereka untuk memasukkan uang angpau yang mereka dapatkan untuk ditabung ke dalam celengan.
  • Orangtua harus konsisten dan ikut memberikan contoh Menabung kepada anak, agar anak termotivasi juga untuk semangat menabung.
  • Ceritakanlah kepada anak-anak manfaat apa saja yang bisa mereka dapatkan dengan menabung, misalnya dengan menabung bisa membeli mainan yang mereka idamkan, bisa membeli sepatu dan lain-lain yang menarik anak untuk semangat menabung.

Jadi, jangan tunggu nanti-nanti yah…ajarkan anak-anak kita menabung sejak dini agar anak-anak bisa memiliki kebiasaan Menabung sejak kecil dan jika sudah waktunya anak menabung di Bank, pilihlah Bank yang memiliki program tabungan anak serta Bank yang menjadi peserta Penjaminan LPS.

Selamat Menabung 🙂 🙂