Assalammualaikum wr. wb.

Apa kabarnya teman-teman?? Mudah-mudahan sehat walafiat yah…me\n´┐╝ngingat haw\na yang panas banget dlm bulan ini, kita harus tetap fit, jaga makanan dan minum vitamin. Sudah lama juga tidak merasakan hujan di Jakarta..tapi alhamdulillah saya sempat merasakan hujan di Kota yg terkenal dengan Kota Hujan, yaitu Bogor.

Tepatnya hari Selasa, minggu lalu tanggal 15-17 Oktober 2019, saya bersama 9 orang pemenang yg terpilih dalam Photo Competition di Instagram Nutrisi untuk Bangsa dan bersama rekan-rekan media dan influencer, berkesempatan mengikuti Jelajah Gizi 2019 di Bogor.

Jelajah Gizi ini rutin diadakan oleh Nutrisi Untuk Bangsa setiap tahunnya menjelang Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Dan Bogor menjadi kota yang dipilih untuk Jelajah Gizi 2019. Saya sudah lama mendengar tentang Jelajah Gizi ini, karena alasan anak maka saya baru ikutan di tahun 2019 ini, dengan memposting beberapa foto hasil masakan saya sendiri tentang masakan khas Bogor yang akhirnya terpilih menjadi salah satu pemenang.

Day 1 (15 Oktober 2019)

Saat hari H, tanggal 15 Oktober 2019 kami berkumpul di titik kumpul di Gedung Cyber 2 dan berangkat menggunakan Mobil Elf sedang. Ada 2 mobil yang disediakan, 1 mobil khusus untuk Media dan 1 mobil khusus pemenang Instagram bersama influencer. Oh ya di setiap Jelajah Gizi selalu mengikutsertakan 1 orang Influencer di bidang Kuliner, dan kali ini influencer yang diajak adalah Mas Sendy Wilson (IG : @ajakmakan).

1. Soto Mie Kesatuan Khas Bogor H. Rohma


Perjalanan dari Jakarta dimulai jam 08.00 WIB, dan tiba di Bogor sekitar jam 10, dan stop di KFC Bogor untuk menjemput teman-teman yang berdomisili di Bogor. Perjalanan dilanjutkan menuju destinasi pertama yaitu Soto Mie Kesatuan Bogor milik Bpk. H. Rohma yang ada di Jalan Rangga Gading (masuk dari jalan Suryakencana) Bogor. Saya termasuk cukup sering ke Bogor dan baru kali ini saya tahu jika ada warung Soto Mie Bogor yang enak di sini, karena tempatnya agak masuk ke dalam sehingga jarang diketahui orang. Memang benar Soto Mie ini enak, dagingnya banyak, kuahnya gurih dan manis. Soto Mie ini sudah ada sejak tahun 1983 (hampir seusia saya) dan masih menggunakan resep asli pak H. Rohma. Bapak H. Rohma sendiri masih ada dan beliau yang memasak sendiri soto mie ini. Harga per porsi soto mie ini adalah Ro. 16.000,- dan jika menggunakan nasi tambah Rp. 5.000,-. Soto Mie Kesatuan Bogor ini hanya memiliki 1 (satu) cabang di Jalan Padjajaran Bogor. Soto Mie Kesatuan Khas Bogor ini buka setiap harinya dari jam 07.00 – 16.00 WIB. Setiap harinya bisa menjual 100 mangkok soto mie, dan ketika weekend bisa dua kali lipat.

2. BOJA FARM, CIJERUK BOGOR


Setelah selesai menikmati Soto Mie, kami melanjutkan perjalanan ke daerah Cijeruk Bogor menuju Destinasi ke-2 di hari pertama Jelajah Gizi 2019, yaitu Boja Farm. Boja Farm ini adalah perkebunan rempah-rempah seluas 15 hektar yang dimiliki oleh Bapak Jhon yang merupakan WNI asal Sulawesi atau Manado.

Pak Jhon tidak menggunakan pestisida dalam mengolah perkebunannya, dia menggunakan cara organik. Menurut pak Jhon..kita harus memulai bertani dari rumah masing-masing karena tanah indonesia itu amat subur. Mulailah dr menanam cabe, bawang, tomat sendiri dari rumah.

Dan pak Jhon sendiri tidak hanya menjual rempah dalam bentuk fresh tapi beliau lebih ke konsep Zero Waste…jangan sampai ada yg terbuang…sehingga rempah2 yang disortir diolah menjadi rempah-rempah dalam bentuk powder/bubuk dan dijual dengan brand Java Spices di supermarket terkenal seperti Ranch Market, Farmers Market, Kemchicks.

Perjalanan dari Bogor kota menuju Boja Farm ditempuh dlm waktu 1 jam, dan untuk menuju ke perkebunan kita harus menggunakan mobil kecil atau mobil jeep karena medan yg ditempuh agak sempit dan curam.

Kami juga diajak berkeliling perkebunan Boja Farm ditemani Pak Jhon. Sebelum berkeliling, kami dibagi menjadi 4 Tim, dimana tim ini akan ada terus sampai selesainya acara Jelajah Gizi. Dan games pun akan melibatkan keempat tim ini. Saya masuk ke dalam Tim Singkong terdiri 2 orang wanita dan 2 orang pria.

Setelah pembagian Tim, kami memulai perjalanan mengelilingi sebagian perkebunan Boja Farm.

Saya melihat petani sedang memanen merica atau lada putih. Kalau dalam masakan, saya selalu memasukkan lada putih agar mendapatkan rasa yang sedikit pedas dan rasanya ada yg kurang jika tidak memasukkan lada dalam masakan.

[wpvideo 8PpBl6Mr]

Walaupun medan yang ditempuh sangat terjal dan sedikit licin tapi pemandangan yang kita dapatkan amat sangat worth it, bisa menyaksikan langsung pegunungan salak, udara yang sejuk dan adem. Alhamdulillah.

Setelah berkeliling perkebunan, kami pun bersantap siang di aula Boja Farm dengan menu Nasi liwet dan kawan-kawan yang disajikan di atas daun pisang yang makin menggugah selera.

3. B’STEAK


Begitu banyak pengalaman yang kami dapat di Boja Farm mulai dari mendaki bukit dan lembah, naik jeep seperti mau offroad, sampai mendapat pengetahuan tentang berkebun secara organik. Akhirnya kami pun kembali ke Bogor kota di tengah hujan yang sangat deras mengguyur Boja Farm sore hari.

Kami pun diajak bersantap malam di B’Steak. Restoran ini mengusung tema western karena makanan yang disajikan western dengan suasana restoran yang nyaman dan elegan.

Sehabis bersantap malam, kami pun menuju Hotel Ibis Style Bogor untuk check in dan beristirahat sebelum memulai hari kedua Jelajah Gizi 2019.

Day 2 (16 Oktober 2019)

1. WARUNG ANAK SEHAT (SDN 003 Dewi Sartika Bogor)


Agenda di hari kedua Jelajah Gizi diawali dengan mengunjungi WAS (Warung Anak Sehat) yang ada di SDN 003 Dewi Sartika Bogor.

Sebelumnya saya cukup sering mendengar soal WAS (Warung Anak Sehat) tapi belum pernah melihat langsung seperti apa WAS ini. Akhirnya saya pun mendapatkan kesempatan ini lewat Jelajah Gizi.

Setibanya di SDN 003 Dewi Sartika, kami disambut meriah oleh anak-anak SD beserta kepala sekolah dan guru-guru.

Sebelum masuk ruangan mengikuti yang lain, saya sempat melihat-lihat WAS (Warung anak Sehat) yang ada di depan kelas. Menu makanan WAS cukup banyak dan bervariasi, dan ternyata harganya pun sangat terjangkau.

Menurut kepala Sekolah SDN 003 Dewi Sartika, keberadaan WAS (Warung Aank Sehat) muncul dari kerasa keprihatinan dari pihak sekolah akan jajanan anak sekolah yang tidak sehat dan tidak bergizi. Banyak anak-anak yg sering sakit, lesu dan tidak ceria ketika belajar.
Kemudian didirikanlah WAS yang menyediakan jajanan anak sekolah yang sehat, tanpa bahan pengawet dan bergizi dengan harga yang terjangkau. Dan sejak didirikannya WAS di sekolah SDN 003 Dewi Sartika, anak-anak didik disini menjadi jarang sakit, ceria dan bergairah belajar.

Jajanan di WAS ini cukup terjangkau hanya berkisar Rp. 1000 – Rp. 3000,-

2. DESA PENGHASIL TALAS TERBAIK, KELURAHAN SITUGEDE, BOGOR BARAT

Jelajah Gizi tidak berhenti hanya seputar kuliner saja, tapi kami juga diajak mengunjungi sebuah desa berisikan sekelompok petani yang tergabung dalam Kelompok Lumbung Pangan Saluyu 1, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat yang terkenal menghasilkan Talas terbaik di Bogor.

Satu pengalaman baru buat saya, karena biasanya saya beli talas di pinggir jalan yang menjualkan oleh-oleh khas Bogor seperti Talas, akhirnya lewat Jelajah Gizi saya jadi tahu tempat asal Talas terbaik di Bogor.

Petani talas disini menjelaskan bahwa Talas Bogor beberapa waktu belakangan sering gagal panen dikarenakan terkena virus/hama yang membuat talas mati sebelum waktunya dipanen sehingga kelompok petani ini beralih membudidayakan jenis talas lain seperti Talas Taiwan dan Talas Beneng (besar dan koneng/kuning), tanpa melupakan Talas Bogor.

Kami pun diajak melihat langsung kebun talas, dan menyaksikan langsung petani memanen Talas yang sudah cukup umur minimal 6 bulan.

[wpvideo IsrEcFtM]

Setelah selesai melihat panen Talas, kami disajikan makan siang dengan menu rumahan yang bikin saya kangen sama masakan mama ??. Ada sayur asam, ikan mas goreng, sambal terasi, yang benar-benar makanan mewah menurut saya.

Sebelum kami berangkat ke Destinasi selanjutnya, 4 kelompok : Tim Singkong, Tim Talas, Tim Doclang dan Tim Oregano ditantang membuat Gemblong dari Talas. Akan dipilih tim dengan hasil gemblong yang bagus menurut Kelompok Petani dan ibu PKK disini.

3. DESA BUNTAR, BOGOR, PENGHASIL DAN PENGOLAHAN PALA.

Dari desa penghasil Talas terbaik, kita menuju ke Desa penghasil sekaligus pengolah Pala di desa Buntar, Kabupaten Bogor. Desa ini terletak di daerah Cijeruk, searah dengan Boja Farm tapi tidak sejauh Boja Farm.

Setibanya di Desa Buntar, kami disambut sekelompok wanita yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani yang membudidayakan Tanaman Pala sekaligus mengolah Pala menjadi berbagai macam olahan yang bisa dikonsumsi.

Menurut Profesor Ahmad Sulaeman, Indonesia menyumbang 60% ekspor Biji Pala di Dunia, dan penghasil pala terbesar di Indonesia adalah berasal dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Bu Nur, Ketua Kelompok Wanita Tani menjelaskan bahwa dari buah Pala dapat dibuat berbagai macam olahan seperti Manisan pala, permen pala, Syrup Pala, Jus /minuman Pala dll. Produk yang dihasilkan oleh kelompok Wanita Tani di Desa Buntar ini melibatkan wanita-wanita dari muda sampai tua yang ada di desa ini. Dan produk2 ini bisa ditemukan di Supermarket besar maupun toko online seperti BliBli, Bukalapak dsbnya. Woowwww salutt banget yah sama ibu-ibu disini, tidak hanya membudidayakan tanaman pala tapi juga produktif ikut mengolah Biji Pala menjadi aneka olahan yg siap dikonsumsi sekaligus memberi lapangan kerja bagi wanita ??.

Terima kasih ibu-ibu Kelompok Wanita Tani Desa Buntar atas sambutannya yg ramah pd kami dan memberikan inspirasi pada kami khususnya wanita.

4. SOTO KUNING PAK YUSUP

Hari ke-2 Jelajah Gizi Bogor ditutup dengan bersantap malam makanan khas Bogor yang ada di Suryakencana, Soto Kuning Pak Yusup (posisi ada di sebelah kiri, seberang ruko Bank BCA). Warung Soto Kuning ini memang tidak terlalu besar, tapi yang makan disini ramai. Beruntung saat kami datang sudah banyak pengunjung yg selesai jadi kami bisa dpt tempat.

Soto kuning ini sudah ada sejak tahun 1989, di Jalan Suryakencana, resep dan masakan dibuat langsung oleh Pak Yusup.
Dari awal masuk ke warung Soto Kuning ini, sudah tercium aroma harum kunyit, bercampur santan yang gurih dan aneka rempah lainnya.

Pertama masuk, kita langsung disodori Mangkok untuk memilih sendiri isian soto, ada Daging, Paru, Lidah, Usus, Limpa dll. Harga per porsi soto kuning tergantung jumlah isian soto yang kita pilih. Harga isian soto Rp. 11.000 / potong (kecuali perkedel). Setelah isian soto kita pilih, kita serahkan kembali ke Pak Mul (adik dari Pak Yusup, yg menjaga warung soto sekaligus melayani pengunjung), untuk dipotong kecil-kecil, setelah dipotong, ditaburi daun seledri, bawang goreng kemudian disiramkan kuah Soto Kuning ke dalam mangkok isian.
Soto kuning bisa disantap dengan nasi atau pun tanpa nasi. Nasi sudah tersaji di setiap meja dengan dibungkus-bungkus, sehingga pengunjung bisa langsung ambil nasi dan menyantapnya dengan soto.

[wpvideo pkoZZJNv]

Rasanya…enak sekaliiiii…(ini jujur lhoo), gurih santan bercampur kunyit dan rempah lain bikin nikmat soto ini..selain itu santannya tidak terlalu kental seperti soto betawi, tapi tetap enak dan tidak eneg.
Silahkan buat teman2 yg ingin kulineran Bogor, boleh dicoba nih berkunjung ke Soto Kuning Pak Yusup. Warung ini buka dari jam 13.30 WIB dan tutup hingga soto habis.

DAY 3 (17 OKTOBER 2019)

1. HERBARIUM KEBUN RAYA BOGOR

Di hari terakhir Jelajah Gizi Bogor, kami diajak mengunjungi Herbarium di kebun Raya Bogor. Wahhh lagi-lagi kejutan nih buat saya yang belum pernah kesini. Biasanya ke Kebun Raya Bogor hanya untuk melihat Rusa, pemandangan hijaunya pepohonan dan foto-foto ??.

Herbarium adalah semacam tempat arsip atau katalog berbagai jenis tumbuhan yang ada atau yang pernah ada di Kebun Raya Bogor.

Jadi, jika teman-teman misalnya menemukan suatu pohon atau tumbuhan di sekitar rumah tapi tidak tahu nama tumbuhan ini, bisa banget lhoo datang ke Herbarium untuk mengecek nama tumbuhan itu disini, siapa tahu tanaman yg sama ada di katalog yang tersimpan di Herbarium.

Jenis tumbuhan yang tersimpan di Herbarium ini selain disimpan dalam bentuk database / sistem juga contoh fisiknya tersimpan didalam katalog Herbarium ini, yang ditempelkan pada kertas maupun di simpan dalam botol. Untuk beberapa koleksi yang sudah sangat lama, akan di renovasi dimasukkan ke dalam bingkai agar lebih awet.

2. AMAZING RACE

Akhirnya yang ditunggu pun tiba…setelah mengunjungi Herbarium, Peserta Jelajah Gizi bogor akan mengikuti Amazing Race dimana 4 (empat) Tim akan diberikan amplop berisi petunjuk yang harus dilakukan oleh masing-masing tim, beserta uang Rp. 50.000,- per orang.

Setiap Tim diberi tugas mencari 7 Jenis makanan khas Bogor dari total 8 jenis makanan yang ada di dalam buku petunjuk di sepanjang jalan Suryakencana bogor. Makanan itu dibeli menggunakan uang yang sudah diberikan, kemudian makanan difoto, diposting di social media kemudian membuat satu video boomerang di lokasi tempat salah satu makanan berhasil ditemukan. Setiap Tim yang sudah berhasil menemukan 7 makanan khas Bogor harus menuju ke Garis Finish di Asinan Gedong Dalam.

Saya besera angggota Tim Singkong pun berhasil menemukan 7 jenis makanan/minuman khas Bogor di sepanjang Jalan suryakencana dan di lokasi terakhir kami menyempatkan untuk membuat video boomerang untuk memenuhi persyaratan Amazing Race.

[wpvideo Z2iCHV5t]

Terakhir kami pun segera menuju Garis Finish menggunakan angkot ke titik kumpul Asinan Gedong Dalam. Alhamdulillah menjadi Tim ke-2 yang sampai ke garis Finish. Sambil menunggu tim yang lain, kami pun mencicipi 7 jenis makanan khas Bogor yang kami beli tadi.

3. ASINAN GEDONG DALAM

Tempat ini menjadi titik kumpul garis Finish dari Amazing Race. Dan kami pun disuguhi berbagai jenis Asinan Gedong dalam : Asinan Sayur dan buah, Asinan Jagung.

Asinan Gedong Dalam sudah ada sejak 40 tahun lalu. Luar biasa yah..sudah berusia 40 tahun tetapi bisa tetap eksis dan tetap bisa mempertahankan cita rasa asinan yang menjadi oleh-oleh khas bogor ini.

Pemilik Asinan Gedong Dalam menuturkan bahwa kunci dari tetap bertahannya Asinan ini menjadi oleh-oleh khas Bogot adalah karena mereka menggunakan buah-buahan yang segar, tidak menggunakan pengawet, hanya menggunakan bahan alami saja.

4. AWARDING DI MACARONI PANGGANG

Makan siang di Macaroni Panggang dan juga Awarding yang dilakukan di lokasi yang sama menjadi penutup dari Rangkaian acara Jelajah Gizi Bogor 2019 yang berlangsung selama 3 hari ini.

Sambil menunggu menu makan siang disajikan, kami mendengarkan perwakilan dari Macaronie Panggang bercerita tentang asal mula Macaroni Panggang didirikan.

Awal mulanya sang pemilik mendirikan bisnis kuliner Apple Pie, yang mendapat sambutan luar biasa dari penikmat kuliner, kemudian dari Apple Pie merambah ke Macaroni Panggang.

Ide membuat bisnis Macaroni Panggang tercetus dari sang owner ibu Debbie, yang merupakan lulusan Seni rupa dan sama sekali tidak memiliki background kuliner. Ingin membuat sesuatu yang berbeda dan menjadi daya tarik penikmat kuliner, yang membuat Macaroni Panggang dikenal hingga saat ini. Berawal dari membuat macaroni panggang dari resep keluarga, hingga akhirnya dapat diterima oleh penikmat kuliner dan bahkan menjadi oleh-oleh khas Bogor yang banyak dicari oleh wisatawan.

Sang pemilik rupanya tidak berhenti berinovasi, berbagai jenis menu ditambah di restoran Macaroni Panggang, dan menu barunya adalah Steak dengan daging premium.

Acara ditutup dengan pertunjukan yel-yel dari masing-masing Tim yang dilanjutkan dengan Awarding, dimana pihak Nutrisi untuk Bangsa mengumumkan Tim terbaik (The Best team), pemenang best post IG Story, IG feed dan Twitter selama 3 hari.

Terima kasih Nutrisi untuk Bangsa atas pengalaman berkesan selama 3 hari di Jelajah Gizi 2019 Bogor.

Sampai bertemu kembali di Jelajah Gizi 2020. Bagi teman-teman yang juga ingin merasakan pengalaman seperti saya, jangan lupa follow IG : @nutrisibangsa dan ikutan Jelajah Gizi tahun depan.

SELAMAT HARI PANGAN SEDUNIA

Source Foto : koleksi pribadi dan hasil jepretan Fotografer Bpk. Dadang Tri.